Posted on

Secara umum inventory yang terdapat pada buku warung berupa bahan mentah, barang setengah jadi, barang jadi, barang suplai dan barang dagangan. Tetapi beberapa para ahli mengelompokan inventory yang sedikit berbeda, seperti Heizer dan Render serta Ristono.

Inilah beberapa jenis inventory / persediaan menurut para ahli :

Heizer dan Render

Menurut Heizer dan Render, inventory buku warung terbagi ke dalam 4 jenis. Jenis tersebut meliputi bahan baku mentah / raw material inventory, barang setengah jadi / working in process inventory, persediaan pemeliharaan, perbaikan dan operasi / MRO serta barang jadi / finished good inventory.

1. Raw materials inventory / inventori bahan baku mentah
Jenis persediaan ini merupakan persediaan yang dapat dibeli, tetapi tidak dapat diproses. Fungsi raw materials inventory yaitu sebagai pemisah antara para pemasok dari sebuah proses produksi.

2. Working in process inventory / persediaan barang setengah jadi
Working in process inventory ialah komposisi / bahan baku yang telah mengalami perubahan, namun belum selesai / menjadi barang jadi. Keberadaan dari inventory ini dikarenakan adanya waktu yang dibutuhkan dalam membuat produk. Hal itu disebut juga dengan siklus waktu. Jika siklus waktu berkurang dapat berarti juga mengurangi persediaan.

3. MRO (Maintance, repair and operating) / persediaan pemeliharaan, perbaikan serta operasi
Jenis inventory yang satu ini digunakan dalam menjaga sistem permesinan serta proses produksi supaya agar tetap produktif. MRO akan selalu ada dikarenakan adanya kebutuhan, waktu pemeliharaan serta perbaikan untuk beberapa peralatan produksi.

4. Finished good inventory / persediaan barang jadi
Inventori barang jadi ada 2 buah kategori. Pertama produk yang telah selesai dan siap jual dalam status menunggu pengiriman. Kedua produk yang telah selesai dan siap jual, tetapi hanya disimpan dalam waktu yang tidak pasti.

Ristono

Sedangkan menurut Ristono, hanya terdapat 3 buah inventory yaitu :

1. Safety stock / persediaan pengaman
Safety stock diadakan hanya untuk mengantisipasi adanya ketidakpastian penyediaan dan permintaan. Jika seandainya safety stock tidak dapat mengantisipasinya, maka akan timbul kekurangan persediaan / stock out.

2. Persediaan antisipasi / stabilization stock
Makna dari stabilization stock yaitu persediaan yang dilakukan dengan tujuan menghadapi adanya fluktuasi permintaan. Fluktuasi permintaan dapat pula diartikan sebagai bakal nilai aktiva yang pasti tetapi belum dapat diperkirakan waktunya.

3. Transit stock / persediaan pengiriman
Transit stock juga terbagi menjadi 2 jenis. Pertama eksternal transit stock yang berarti persediaan yang tetap berada di dalam perjalanan. Kedua internal transit stock yaitu persediaan produk yang sedang menunggu proses perjalanan / dipindahkan.
Demikian beberapa jenis inventory buku warung menurut para ahli. Dalam inventory ini dapat dilakukan dalam aplikasi BukuKas supaya dapat mengantisipasi kasbon. BukuKas juga dapat digunakan untuk memantau konsumen yang kasbon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *