Posted on

Sumber: official-sukanto-tanoto.co.id

Deforestasi menjadi ancaman nyata bagi masyarakat dunia. Di saat hutan semakin terkikis, produksi emisi gas justru terus meningkat. Ancaman pemanasan global dan perubahan iklim bukan lagi sekedar ramalan. Sebagai bagian dari masyarakat dunia, Sukanto Tanoto sangat menyadari hal tersebut dan merasa memiliki tanggung jawab yang sama untuk memerangi masalah global yang sudah ada di depan mata.

Grup bisnis Royal Golden Eagle (RGE) pimpinan Sukanto Tanoto mewarisi visi sang nakhoda dalam memerangi perubahan iklim. Setiap unit bisnis RGE terus melakukan berbagai upaya untuk membantu memeranginya. Praktek industri yang berbasis pada prinsip-prinsip keberlanjutan diterapkan. Dalam industri sawit, Asian Agri dan Apical menjadi ujung tombak grup RGE untuk turut berkontribusi.

Inisiasi SUSTAIN Oleh Apical

SUSTAIN (Sustainability Assurance & Innovation Alliance) merupakan salah satu cara grup RGE dalam mendorong terwujudnya industri sawit berkelanjutan. SUSTAIN sendiri merupakan sebuah aliansi yang diinisiasi oleh salah satu unit bisnis Sukanto Tanoto, yakni Apical dengan menggandeng perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan dan pengelolaan sawit.

Selain Apical, Asian Agri yang merupakan salah satu produsen minyak sawit terbesar di dunia juga menjadi bagian dari SUSTAIN. Perusahaan-perusahaan lain yang juga tergabung dalam aliansi ini di antaranya adalah Neste, KAO Corporation, CORE dan SAP.

Transparansi Sebagai Bukti Praktek Industri yang Ramah Lingkungan

Meski tergolong sebagai perusahaan berbasis alam, grup bisnis RGE kerap memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan bisnisnya. Dalam mendorong terwujudnya industri sawit ramah lingkungan dan berkelanjutan, grup bisnis RGEĀ  juga sering memanfaatkan teknologi terkini.

Salah satu cara SUSTAIN membantu menjaga kelestarian lingkungan adalah dengan mendorong transparansi rantai produksi. Transparansi seperti ini membantu publik untuk mengetahui apakah perusahaan benar-benar menerapkan praktek bisnis yang ramah lingkungan.

Dengan teknologi blockchain, perusahaan Sukanto Tanoto dan anggota aliansi SUSTAIN menunjukkan rantai produksinya mulai dari pembibitan hingga menjadi sebuah produk. Melalui aplikasi yang dibangun di atas teknologi blockchain ini jugalah, publik bisa melihat apakah bahan baku yang digunakan dalam proses produksi benar-benar berasal dari sumber yang terbarukan.

Partisipasi Asian Agri dalam Program Sertifikasi ISPO

Pemerintah memiliki sebuah program yang cukup menarik untuk mengurangi emisi gas, khususnya untuk para pelaku usaha sawit. Program tersebut adalah sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil System).

Sertifikasi ISPO merupakan sebuah program yang didedikasikan untuk mengurangi produksi emisi gas di ranah industri sawit sekaligus membantu meningkatkan kompetensinya hingga layak untuk dipasarkan ke pasar global. Meski demikian, kontribusi pelaku usaha sawit terhadap program ini masih rendah. Hingga tahun 2019, pelaku usaha yang mendapatkan sertifikat ISPO hanya sebanyak 15% dari total pelaku industri sawit yang beroperasi di Indonesia.

Asian Agri, sebagai salah satu produsen minyak sawit terbesar di dunia mendukung program ISPO 100%. Pada tanggal 27 April 2019, seluruh anak usaha yang berada di bawah payung Asian Agri sudah mendapatkan sertifikat ISPO. Hal ini membuat unit bisnis Sukanto Tanoto tersebut menjadi perusahaan yang tidak hanya memimpin pasar sawit di Indonesia namun juga 100% tersertifikasi ISPO.

Unit bisnis Sukanto Tanoto ini juga aktif mendorong para petani swadaya untuk mengikuti jejaknya. Asian Agri menerapkan standar yang ketat untuk para pemasok sawitnya. Hanya pemasok yang sudah mendapat sertifikat saja yang akan diterima.

Namun apa yang dilakukan perusahaan Sukanto Tanoto tersebut tidak hanya sebatas mendorong para petani swadaya. Asian Agri juga siap membantu para petani sawit yang ingin mendapatkan sertifikat ISPO.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *